Siapa yang dapat menyangkal bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Mungkin, karena terlalu melimpahnya sehingga kewalahan untuk mengurusnya atau lebih kasar kita sebut “tidak terurus”. Ketidakmampuan mengelola sumberdaya ternyata menjadi masalah yang turun temurun bagi bangsa Indonesia. Terlalu banyak jika membahas permasalahan bangsa ini, karena sejatinya jika kita ingin agar tidak ada permasalahan sama sekali, justru itu suatu yang mustahil. Akan tetapi bukankah Allah berfirman bahwa kerusakan di Bumi adalah akibat ulah tangan manusia itu sendiri, jika demikian bukankan kita juga mampu untuk meminimalisirnya, istilah gampangnya mencegah suatu hal (meskipun kelihatannya baik dan menguntungkan) yang nantinya diprediksi dapat menimbulkan hal lain yang lebih besar dan merusak.

Mari kita zoom in apakah anda pernah mendengar nama desa suradita? Di media koran, majalah, atau televisi? Tentu tidak banyak yang tahu mengenai keberadaan desa tersebut. kecuali orang yang memang berasal dari desa, sekitar desa atau para pendatang yang kemudian bermukim disana. Suradita adalah salah satu kelurahan dari beberapa kelurahan yang terletak di kawasan Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Desa ini bukanlah penghasil padi, atau hasil pertanian lainnya, bukan juga penghasil Sumber Daya Manusia yang dapat diperhitungkan. Jadi wajar saja jika hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Akan tetapi letaknya yang strategis, karena berbatasan dengan Kabupaten Bogor menjadikan desa ini sedikit memiliki keunggulan. Mungkin, jika dibahas keunggulan atau permasalahan desa tersebut juga akan terlalu luas.

Mari kita zoom in kembali agar kita bisa melihat dari yang paling kecil dahulu. Jika desa suradita bukan merupakan desa yang begitu diperhitungkan dan hanya segelintir orang saja yang mengetahuinya, lalu bagaimana dengan kampung Anamui?

Anamui, salah satu kampung yang terletak disepanjang aliran sungai cisadane. Tidak begitu luas juga tidak terlalu sempit. Merupakan salah satu kampung di Desa Suradita, Rw 03 yang dibagi menjadi 4 Rt. Letaknya yang strategis (perbatasan Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang Selatan) dan tidak terlalu jauh dengan BSD (Bumi Serpong Damai) yang merangkak menjadi area metropolitan menjadikan warga kampung ini mudah mengakses informasi dari luar atau mungkin bagi pihak tertentu menjadi mudah untuk “diakses”. Mata pencaharian warga Anamui sangat beragam, sebagian bekerja sebagai petani, ojek, supir, buruh pabrik dan lainnya. Tidak banyak yang istimewa dari kampung ini. Tapi bagi sebagian orang bukankah tanah kelahiran merupakan tempat yang paling dirindukan dan bukankah Anamui juga ibarat potongan puzzle yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang masalanya berarti juga permasalahan bangsa.

Anamui, memiliki tekstur tanah yang bagi “sebagaian orang sangat menguntungkan”. Bagaimana tidak, dari semua RW di Desa Suradita, RW 03 atau kampung Anamui lah yang merupakan salah satu penyumbang pemasukan kas desa cukup besar. Tanah Anamui merupakan salah satu penghasil pasir yang cukup diperhitungkan, hal tersebut terlihat dari jumlah pembeli yang berdatangan dari berbagai daerah. Diakui, bahwa warga mengetahui tanahnya memiliki sumber kekayaan pasir dari pihak luar. Seperti yang disinggung diatas, informasi menjadi mudah “diakses” dari luar. Warga yang memiliki tanah cukup luas menjual lahannya untuk digali menjadi pertambangan pasir. Semakin hari harga tanah semakin mahal sehingga warga yang memiliki tanah semakin tergoda untuk menjual tanahnya kepada pihak pengelola pertambangan, penggalian pasir pun menjadi sangat luas, habis dari satu lokasi, pindah ke lokasi yang lain. Pertambangan pun mulai beroperasi, tentu setelah mengantongi izin dari aparat desa setempat. Alat-alat berat pun mulai didatangkan untuk memudahkan penggalian pertambangan pasir tersebut. Lapangan kerja mulai terbuka bagi warga. Terutama warga yang awalnya adalah petani berubah profesi menjadi “tukang sekup” karena lahan untuk bercocok tanam telah menjadi pertambangan pasir. Banyak juga yang awalnya tukang ojek mulai menjajaki profesi ini “tukang sekup” karena dilihat lebih menjanjikan. Perekonomian warga lebih berdenyut hidup semenjak dimulainya pertambangan pasir tersebut. Semakin lama lokasi yang digali pun semakin luas, sehingga mulai timbul permasalahan-permasalahan ekologi karenanya.

Masalah pertama yang timbul ialah keringnya air tanah “sumur” warga, hal ini diindikasikan karena lokasi penggalian pasir lebih dalam/curam dibandingkan dengan kedalaman sumur warga. Kemudian, kondisi penggalian pasir yang sangat dalam/curam ini juga mulai mengkhawatirkan warga yang jarak rumahnya sangat dekat dengan lokasi penggalian pasir, sehingga untuk memperluas penggalian pasir, pengelolapun melakukan penetrasi dengan membeli/memindahkan rumah warga yang dekat dengan lokasi penggalian tersebut. warga mau tidak mau tentunya harus setuju, karena jika menolak rumahnya dibeli/dipindakan maka mereka mengambil resiko dengan tetap tinggal di rumah yang berdekatan dengan jurang, hal lainnya ialah akses jalan yang menjadi rusak. Bagaimana tidak, setiap hari jalan sempit tersebut dilalui oleh mobil-mobil truk yang mengangkut pasir.

Beberapa hal lain yang sepertinya terlupakan oleh pihak pengelola yaitu masalah polusi. Gas emisi yang dikeluarkan oleh truk-truk pengangkut pasir sebenanrnya ialah masalah serius, hanya saja karena dampaknya adalah jangka panjang baik warga maupun pengelola tidak begitu menjadikan hal tersebut sebagai sebuah masalah yang mengkhawatirkan. Selain itu, tidak kalah seriusnya ialah polusi suara. Kebisingan yang ditimbulkan oleh desingan suara truk-truk yang menderu dan alat-alat berat dari lokasi pertambangan, tidak hanya pada siang hari, malam hari pun pertambangan pasir biasanya masih beroperasi. Jauh daripada itu semua, perlu diingat bahwa sumber daya alam (pasir) merupakan merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Jika tidak diantisipasi dari sekarang, kelak akan bagaimana tanah yang telah rusak tersebut. dibiarkan begitu saja? Menjadi kubangan air yang kapan saja bisa menyebabkan longsor (bahkan lebih buruk dari itu)? Lalu pihak pengelola pertambangan (individu tertentu) pergi entah kemana, tidak tahu menahu setelahnya.

Mengapa kita membahas yang hanya permasalah satu kampung? Bukankah Indonesia masih punya segudang permasalah yang lebih besar yang perlu segera diselesaikan daripada masalah satu kampung? Menganggap kecil suatu masalah adalah masalah besar itu sendiri. Mari flash back bencana alam yang jelas-jelas ialah ulah tangan manusia, Lumpur lapindo yang hingga hari ini belum juga menemui solusi, bahkan sudah menjadi masalah negara yang sepertinya sukar sekali untuk diselesaikan. Bukankah masalah lumpur ini, mungkin pada awalnya hanya lumpur? Lumpur kecil disuatu rumah tidak ada orang yang perhatian, kemudian disuatu desa hanya beberapa orang yang perhatian. Sehingga baru terasa menjadi masalah ketika sudah besar, suatu kelurahan bahkan kecamatan seperti lumpur lapindo.

Dimana orang-orang hebat (pemerintah, mahasiswa, dll) yang menjadi tempat bertanya bagi si “bodoh”. Orang-orang yang menjadi duta bagi suara si “bodoh”. Adakah dari kalian wahai orang-orang besar yang memikirkan hal yang kecil? Tidak perlu semua, cukup sebagian saja, jika sebagian terlalu banyak, maka cukup seperempat, jika jumlah itu juga terlalu banyak, maka cukup satu orang saja. Satu orang hebat yang memikirkan hal kecil.

oleh: Puput Rizkiyah

Sejak zaman dahulu, masyarakat Indonesia telah mengenal tumbuhan obat tradisional yang memiliki fungsi penting dalam pengobatan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat. Akan tetapi zaman sekarang justru tumbuhan obat tradisonal sudah mulai tidak lagi dikenal oleh generasi saat ini. Coba kita Tanyakan pada diri sendiri, apa yang kita minum sebagai obat ketika kita mengalami demam, sakit kulit, kencing manis, radang Rahim, radang telinga, typus,dysentri,tekanan darah tinggi, penambah nafsu makan, pelancar ASI, batuk, pegal-pegal dan lain sebagainya. Kebanyakan masyarakat saat ini lebih menyukai obat yang mudah didapat dan praktis, misalnya obat-obatan yang mengandung banyak bahan kimia yang banyak dijual bebas dipasaran dengan harga yang cukup murah . Perlu adanya pengembalian pola piker kebiasaan masyarakat untuk back to nature dan menanamkan nilai-nilai konservasi tumbuhan obat. Salah satunya ialah dengan membuat modul pendidikan konservasi tumbuhan obat, yang kemudian modul tersebut ditunjukan untuk sasaran utama anak-anak SD, bahwa masa usia kanak-kanak masih termasuk dalam masa Golden Age yaitu masa yang paling penting dalam pertumbuhan setiap individu, pada masa tersebut seorang anak akan banyak menangkap dan merekam segala input yang masuk dalam longterm memory. Selain itu tentu saja dengan harapan anak-anak merupakan generasi emas yang akan menjaga kelestarian alam.
Sebelumnya para pakar konservasi telah membuat program pengembangan kampong Konservasi Tumbuhan Obat Keluarga (TOGA) di tingkat lokal, salah satunya di Gunung Leutik, Ciampea Bogor. Pembuatan modul dalam rangka mengenalakan kepada anak mengenai tumbuhan obat, harus dibuat semenarik mungkin, sesuai dengan usia perkembangan anak usia prasekolah. Adapun penyampaian materi modul kepada anak-anak dengan bantuan guru di sekolah. Pertama, modul tersebut dijelaskan kepada guru dan siswa, kemudian indicator keberhasilan dibuat dengan mengacu pada penggunaan modul kelas, kemudian modul tersebut diajarkan dikelas selama 8 kali pertemuan, ada beberapa penugasan yang ada dalam modul tersebut yaitu membawa tumbuhan obat dari rumah kesekeolah, kemudian di lakukan 2 kali ujian, selanjutnya menanam obat dan berkunjung kerumah TOGA. Selain itu, dilengkapi juga dengan gambar-gambar dan cerita-cerita narasi, tentu saja agar sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Modul tersebut diharapkan efektif menambah pengetahuan dan membentuk sikap siswa terhadap konservasi tumbuhan obat menjadi lebih baik. Selain itu bantuan dari pihak guru juga dibuat seefekti fmungkin, karena pada dasarnya anak masih modeling terhadap orang yang lebih dewasa apalagi sosok tersebut adalah orang yang sangat dikaguminya.
Harapan kita bersama agar pola piker masyarakat back to nature, dimulai dari anak-anak SD tersebut , anak adalah SDM yang sangat potensial, karenaselanjutya merekalah yang akan bertugas menjaga kelestarian tanaman obat, sehingga akan berkembang individu-individu yang sehat, baik secara fisik maupun secara psikis.

Daftar Pustaka
Indriati, R.2011. Penyusunan Modul Pendidikan Konservasi Tumbuhan Obat untuk Siswa SDN Gunung Leutik kecamatan Ciampea kabupaten Bogor [skripsi].kshe.ipb

Oleh : Asma Nadia

Namanya Arief. Saya mulai mengenal dan kian terbiasa dengan sosoknya, di hari-hari pertama kuliah kami. Tidak ada satu momenpun dalam pertemuan kami. Kecuali senantiasa menyuburkan persaan kagum dan bangga di hati saya terhadap lelaki itu.
Saya sangan bersyukur Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengenalnya, untuk belajar tentang berbagai hikmah kehidupan, dan menumbuhkan kedewasaan saya dalam berislam dan dalam beraktifitas. Rasanya belum pernah saya menemukan seorang teman sebelumnya yang memiliki begitu banyak hikmah, yang keberadaannya selalu membuat saya “kecil” dan bodoh. Hingga saya terpacu untuk terus belajar dan belajar sampai saya mengenal Arief.
Terus terang, saya terpesona atas kehadirannya. Terlebih selama persahabatan kami, belum pernah saya menemukan satu hal yang buruk, tidak dalam kata, tidak dalam akhlak. Lucu rasanya bisa merasa dekat dan begitu bersahabat, dengan seseorang yang selalu menjaga jarak. Tapi itulah yang terjadi.
Saya kira, ada masa dimana saya sempat merasa yakin bahwa kalau boleh meminta kepada Allah, saya yakin, lelaki itulah yang terbaik buat saya, buat perkembangan keislaman saya!
Waktu berlalu, saya terpisah dengan Arief. Meski begitu, saya kadang merasa ada sebagian. Ya sebagian dari saya yang terlanjur terisis dengan Arief. Hingga saya nyaris selalu membandingkan teman-teman lelaki saya yang lain dengan Arief. Dan selalu, Arief selalu kelihatan jauh lebih baik dibandingkan mereka. Setidaknya menurut penialian saya.
Empat tahun setelah itu, saya menikah. Bukan dengan Arief. Namun dengan seseorang yang lain. Saya menerima pernikahan itu bukan karena saya lelah menunggu Arief. Untuk urusan yang satu ini, terlepas warna perasaan saya, saya sudah berkomitmen sejak dulu untuk tidak menolak kehadiran lelaki manapun, yang agamnya baik, dan mas Khalid sungguh baik.
Tahun-tahun pernikahan kami berlalu dan saya tahu saya mencintai laki-laki itu. Meski terkadang hati saya sering juga membandingkan mas Khalid dengan Arief. Bukan soal fisik, tapi lebih pada sikap dan cara pandang dalam menghadapi suatu masalah.
Mas Khalid sendiri benar-benar figure suami teladan. Dan sangat memperhatikan perasaan saya dan selalu berusaha membuat saya bahagia. Dia amat sangat romantic dan penuh dengan kejutan! Selain itu, mas Khalid juga tidak sungkan-sungkan berperan dalam tugas rumah tangga.
Sebagai ayah dari anak-anak kami, Mas Khalid nyaris hadir tanpa cela. Dan sangat kebapakan dan tahu bagaimana bermain dan membuat anak-anak senang.
Tapi hal lain yang membuat saya semakin mengagumi figur Mas Khalid adalah cita-citanya yang besar dan keinganannya untuk selalu berbuat nyata bagi kebaikan dakwah dan umat. Dia tidak hanya pintar bicara, tapi dia mampu mengaktualisasikan pikiran-pikirannya dalam bentuk terbaik. Saya sering merasa cukup tidak berarti bila dibandingkan dengan mas Khalid.

Tahun kelima pernikahan kami, sungguh tidak disangka, saya bertemu Arief! Saya tidak bisa memungkiri untuk beberapa saat, satu ruang dihati saya yang tersisi dengan dia dan selama ini saya kunci rapat-rapat, terbuka kembali.
Pertama bertemu dengannya, saya hamper yakin, Arief tidak berubah. Dia kelihatan lebih dewasa dan goodlooking seperti biasa dan belum menikah! Dia masih Arief yang lembut dan penuh perhatian. Masih Arief yang sama, yang selalu menumbuhkan banyak kekaguman dihati saya.
Tapi setela beberapa lama kembali mengenalnya, saya tahu, lelaki itu ternyata telah banyak berubah. Arief yang sekarang kelihatan lebih genit dalam pergaulan. Ini saya ketahui dari komentar beberapa teman yang kebetulan satu kantor dengannya.
Dari beberapa obrolan saya dengannya, saya pun tahu Arief yang sekarang jauh tampak begitu “sederhana” dalam cita-cita dan tujuan hidup. Arief yang saya kenal dulu, rasanya tidak mungkin menjawab hanya dengan “ingin menikah serta punya anak dan hidup mapan” sebagai ambisi yang ingin dicapai. Arief yang biasa menyemangati saya, punya kepedulian yang besar terhadap berbagai permasalahan umat. Tidak, Arief yang saya kenal harusnya punya cita-cita jauh lebih besar dari itu!
Saya kecewa, saya tahu, kehidupan arief sekarang mungkin bukan sesuatu yang salah. Hanya, kapasitasnya dulu membuat saya berharap jauh lebih banyak terhadap lelaki itu. Tiba-tiba saja mata saya terbuka. Betapa Allah lebih tahu segala! Saya sendiri bukan tidak hanya berubah. Tapi untuk saat ini dengan berbagai tanggung jawab yang saya miliki, saya tau saya butuh pendamping yang mampu menghidupkan dan mendorong saya mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya butuh seorang suami yang punya keberanian dan ambisi yang kuat dalam menata kehidupan umat. Saya butuh mas Khalid!
Air mata saya jatuh saat menatap Mas Khalid yang masih sibuk dengan komputernya, menata beberapa konsep keislaman. Sudah pukul tiga dini hari dan Mas Khalid masih asyik mengetik. Terngiang beberapa ucapannya saat kami baru menikah.
“menikah itu bukan untuk punya anak!” suaranya tegas
“lalu?” Tanya saya heran. Mendadak saya merasa tidak punya konsep tentang pernikahan dan keluarga.
“tujuan menikah intinya bukan Cuma itu, tapi untu saling membahagiakan. Dan itu proses Seumur hidup!” subhanallah!
Saya tak henti-hentinya bertasbih pada Allah, ketika kemudian untuk sesaat mas Khalid berpaling dan menatap saya penuh kasih, saya menghampiri lelaki itu dan mencium kedua pipinya, mata saya masih basah.
Dalam hati saya bersyukur kepada Alla karena telah menolak do’a saya, Sembilan tahun yang lalu!
“boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak.” (QS 2:216)

Rabu, 16 november 2011. Mahasiswa (IPB) Institut Pertanian Bogor telah melaksanakan pesta demokrasi, yaitu PEMIRA (Pemilihan Raya) Presiden dan wakil Presiden mahasiswa IPB. PEMIRA dilaksanakan ditingkat BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) IPB dan BEM Fakultas pada waktu yang bersamaan. Seluruh fakultas di IPB ikut serta merayakan pesta demokrasi tersebut, yaitu PEMIRA fakultas atau pemilihan ketua BEM Fakulatas. Salah satu fakultas yang tidak kalah meriahnya dalam penyelenggaran PEMIRA adalah Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). FEMA yang merupakan fakultas termuda di IPB ikut serta dalam PEMIRA tahun ini, yang tahun sebelumnya calon ketua BEM yang diusung adalah calon tunggal, akan tetapi tahun ini PEMIRA FEMA mengusung 2 calon ketua BEM FEMA 2012, sehingga kemeriahan dari masing-masing pendukung calon ketua BEM semakin menghangat PEMIRA tahun ini. Calon dengan nomor urut satu yaitu Tegguh Djati mahasiswa Gizi Masyarakat angkatan 46, sedangkan calon nomor urut 2 yaitu Babang Yusup yang juga mahasiswa Gizi Masyarakat angkatan 46.
“PEMIRA Fema tahun ini, berbeda dengan PEMIRA sebelumnya, baik di tingkat IPB maupun ditingkat Fakultas” tutur Dita Putri yang juga anggota KPR (Komisi Pemilihan Raya) FEMA. PEMIRA FEMA memang berbeda, yaitu dari teknis pemungutan suara, PEMIRA IPB dan fakultas lainnya menggunakan “coblos” sedangkan FEMA menggunakan “contreng”, hal tersebut dikarenakan diawali adanya mis-kominukasi antara KPR pusat dengan KPR FEMA, yaitu KPR fema telah terlebih dahulu mempublikasikan kepada mahasiswa FEMA, bahwa pemungutan suara dengan “contreng” dan hal itu tidak mungkin untuk diubah atau ditarik mundur kembali, karena juga SK (Surat Keputusan) telah disepakati dengan kedua belah pihak calon ketua BEM FEMA.
Pemira FEMA tahun ini, diberi tema “HOT” dengan tujuan agar antusiasme masyarakat FEMA terhadap PEMIRA juga bisa “HOT” atau ramai. Ternyata antusiasme mahasiswa maih belum mencapai target yang diinginkan KPR FEMA, yaitu 100% menggunakan hak pilihnya. Menurut penuturan Dita, dari 1020 surat suara yang di cetak hanya 697 yang mencontreng, hal tersebut disinyalir karena KPR masih memasukan angkatan 44 sebagai pemilih tetap, sedangkan biasanya mahasiswa angakatan akhir, sudah jarang ke kampus lagi, sehingga mereka banyak yang tidak mengikuti proses PEMIRA kemudian ada juga mahasiswa yang tidak bias hadir pada hari pencontrengan dan masih banyak surat suara yang tidak sah. Antusiasme merupakan kendala utama dari berjalannya proses PEMIRA, untuk menarik perhatian mahasiswa FEMA, KPR FEMA memberikan makanan ringan gratis kepada mahasiswa yang ikut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya.
Secara keseluruhan PEMIRA FEMA berjalan dengan lancar, adapun hasil yang diperoleh dari PEMIRA FEMA, sebagai calon terpilih adalah calon dengan nomor urut 1, yaitu Teguh Djati. Adapun harapan dari KPR FEMA untuk penyelenggaraan PEMIRA berikutnya adalah tekankan pada publikasi yang bisa membakar antusiasme mahasiswa FEMA agar bersedia untuk menggunakan hak pilihnya, misalnya mengenai urgensi dari sebuah kepemimpinan, dan harus lebih baik dari sebelumnya.

“Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang.” (khaled hosseini dalam the kite runner)

Do’a ketika patah hati “ subhanal malikil quddusil, khalaaqil fa’aali in yasyaa’ yudzhibkum wa yaati bil khalqin jadiidin wa maa dzaalika ‘allallahi bi’azizin.” (maha suci Tuhan yang maha Qudus, yang menciptakan dan yang memperbuat, jika dia menghendaki dihilangkannya dan digantinya dengan kejadian yang baru, tidaklah yang demikian itu menyusahkan bagi ALLAH)

Robbi laa tadzarnii fardaw wa anta khairul waaritsiin, “ya tuhanku, jangan engkau membiarkan akuu hidup seorang diri, dan engkaulah waris yang paling baik.’
(Qs Al-anbiya (21:89)

Allahuma laa sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alu huzna idzaa syi’ta sahlan (ya ALLAH, tiada yang mudah selain yang engkau mudahkan dan engkau jadikan kesusahan itu mudah jika engkau menghendakinya jadi mudah.

“Tidaklah dunia akan menjadi obsesi seseorang, kecuali dunia menjadi sangat melekat dihatinya dalam empat keadaan : kefakiran yang tak kenal kekyaaan, keinginan yang tak putus-putus, kesibukan yang tak pernah habis, dan angan-angan yg tak ada ujungnya.” (umar bin khattab)

Sebagaimana yang dimanatkan dalam UU RI nomor 32 tahun 2002 pasal 6 ayat 4 yaitu “Untuk penyelenggaraan penyiaraan, dibentuk komisi penyiaraan”, untuk memperkuat penyelenggaraan penyiaran, maka dibentuk sebuah lembaga yaitu Komisi Penyiaraan Indonesia (KPI) yang memilki tugas mengatur hal-hal mengenai penyiaraan. Sebagaimana yang tertuang dalam pasal 7 ayat 2 yaitu “KPI sebagai lembaga Negara yang bersifat independen mengatur hal-hal mengenai penyiaraan”. KPI dalam menjalankan fungsinya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam pasal 8 ayat 2 bahwa KPI mempunyai wewenang yaitu; Menetapakan standar program siaran, menyusun peraturan dan menetapkan pedoman perilaku penyiaran, mengawasi pelaksanaan peraturan dan pedoman perilaku penyiaran serta standar program siaran, memberikan sanksi terhadap pelanggaran peraturan dan pedoman perilaku penyiaran serta standar program siaran, dan melakukan koordinasi dan/atau kerjasama dengan pemerintah, lembaga penyiaran, dan masyarakat. KPI juga memilki tugas dan kewajiban yang tertera dalam pasal 8 ayat 3 yaitu: menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia; ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran, ikut membangun iklim persaingan yang sehat antar lembaga penyiaran dan industri terkait; memelihara tatanan informasi nasional yang adil, merata, dan seimbang; menampung, meneliti, dan menindaklanjuti aduan, sanggahan, serta kritik dan apresiasi masyarakat terhadap penyelengaraan penyiaran; dan menyusun perencanaan pengembangan sumber daya manusia yang menjamin profesionalitas dibidang penyiaran.
KPI dalam menjalankan tugasnya sangat tergantung terhadap masyarakat, karena KPI dalam melakukan teguran dalam pelanggaraan yang dilakukan oleh media harus berdasarkan keluhan atau aduan dari masyarakat. Sehingga peran aktif masyarakat sangat diperlukan agar KPI mampu menjalankan tugasnya. Adapun kasus yang diangakat oleh kelompok kami adalah program acara televisi “Termehek-mehek” dan “Ranking 1”.
Wakil ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengatakan bahwa program TV yang banyak disukai masyarakat khususnya para remaja, Termehek-mehek yang ditayangkan tiap sabtu minggu di TransTV diduga menipu penonton setianya. Hal ini dikarenakan tayangan ini tidak berdasarkan realita. “mereka mengatakan bahwa itu reality show, padahal bukan. Program acara tv tersebut dianggap telah membohongi masyarakat,” Katanya seusai Sosialisasi hasil pemantauan KPI di Batam. Tayangan termehek-mehek tidak sepenuhnya kisah nyata karena telah diberi skenario yang didramatisir. Jadi, sudah seharusnya, tim termehek-mehek jujur menyebut acara tersebut sebagai drama reality, bukan reality show. “Selain itu, pemberitahuan di akhir acara yang kira-kira berbunyi, ‘Tayangan ini telah mendapatkan persetujuan semua pihak yang terlibat,’ juga bukti pembohongan,” kata Fetty. “Dengan tulisan itu, seolah-olah ini tayangan nyata,” tambahnya. Wakil Ketua KPI Daerah Kepulauan Riau Aulia Indriaty mengatakan perbedaan antara reality show dan drama reality pada fakta. “Reality show masuk dalam tayangan non-fiksi, sedangkan drama reality masuk pada fiksi,” katanya. Pada drama reality, tandasnya, sebuah kenyataan bisa didramatisasi sehingga menghibur. Adapun tayangan non-fiksi harus murni kenyataan, tanpa rekayasa. “Reality show tanpa skenario, drama reality dijalankan sesuai naskah,”tegasnya.
TransTV juga pernah ditegur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melalui teguran tertulis pada 25 Agustus 2009 karena dinilai menayangkan adegan kekerasan di program acara Termehek-Mehek, Pihak TransTV memberikan klarifikasi acara “Termehek-Mehek” melalui surat balasan yang dilayangkan ke KPI pusat. Isi surat menyebutkan bahwa TransTV menerima masukan KPI dan akan mengevaluasi program tersebut berdasarkan masukan yang diterima. Dengan adanya evaluasi, pihak TransTV menjanjikan program “Termehek-Mehek” maupun program-program TransTV lainnya dapat menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan sesuai dengan Undang-Undang Penyiaran dan Standar Program Siaran (SPS). (sumber KPI Pusat)
Program acara televisi termehek-mehek sesuai dengan fakta-fakta yang telah dipaparkan memang belum dapat menjadi program yang acara yang sesuai dengan fungsi dari media siaran itu sendiri. Banyak yang harus diperbaiki mulai dari pelabelan nama dari reality show menjadi drama reality, kemudian konten dan manfaat dari program acara tersebut harus dapat dirasakan oleh semua pihak terutama masyarakat. Sehingga tidak menabrak aturan yang telah ditetapakan UU RI nomor 32 tahun 2002.
RANKING 1 merupakan kuis terbaru Trans TV yang dibawakan Sarah Sechan dan Ruben Onus yang juga melibatkan prof Sogi dan pak guru Tarno. Acara ini dikemas dengan cara yang menarik, santai dan kocak. bukan lagi kuis adu pintar yang menegangkan seperti dulu eranya cerdas cermat. produsernya juga menyisipkan praktikum yang secara cerdas dapat membantu orang tua atau anak anak tentang ilmu kimia dan fisika. RANKING 1 memang menjaadi pioner untuk sarana TV untuk ikut mencerdaskan anak bangsa dengan pertanyaan pertanyaan ringan yang mendidik dan pesertanya juga masal 80 orang, seperti halnya kala kita ikut ujian tulis, peserta menggunakan papan tulis kecil, spidol dan penghapus untuk menjawab pertanyaan yang disampaiakn Sayangnya acara ini ditampilkan pada saat anak melalui proses belajar dan pesertanya kebanyakan didominasi orang dewasa.
Program acara RANKING 1 adalah program yang dapat dinilai baik karena tidak berbenturan dengan standar program penyiaraan yang telah ditetapkan KPI. RANKING 1 juga memilki konten yang sesuai dengan tujuan dari media siaran itu sendiri, yaitu mampu menyajukan sesuatu yang bermanfaat bagi khalayak banyak.
-puput rizkiyah-diara mutiarani-fasih vidiastuti-ita murdiani

FREEDOM – MAHER ZAIN

Gathered here with my family
My neighbours and my friends
Standing firm together against oppression holding hands
It doesn’t matter where you’re from
Or if you’re young, old, women or man
We’re here for the same reason; we want to take back our land

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we’re here together

Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call …ooh
We’re calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall… oh
We know you’re here with us

No more being prisoners in our home
No more being afraid to talk
Our dream is just to be free, just to be free
Now when we’ve taking our first step
Towards a life of complete freedom
We can see our dream getting closer and closer, we’re almost there

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we’re here together

Calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We’re calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you’re here with us

I can feel the pride in the air
And it makes me strong to see everyone
Standing together holding hands in unity
Shouting out load demanding their right for freedom
This is it and we’re not backing of
Oh God we know you hear our call

And we’re calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We’re calling for freedom, calling for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you’re here with us

Al Quran Menjawab (Jangan Mengeluh dan Jangan Gelisah)
Kita selalu bertanya dan Al Qur’an sudah menjawabnya ^^

1. KITA BERTANYA : MENGAPA AKU DIUJI?

AL QUR’AN MENJAWAB:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
[Surah Al-Ankabut ayat 2-3]

2. KITA BERTANYA : MENGAPA UJIAN SEBERAT INI?

AL QUR’AN MENJAWAB:
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,”
[Surah Al-Baqarah ayat 286]

3. KITA BERTANYA: MENGAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

AL QUR’AN MENJAWAB:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
[Surah Al-Baqarah ayat 216]

4. KITA BERTANYA : MENGAPA AKU MERASA FRUSTRASI?

AL QUR’AN MENJAWAB:
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyu”
[Surah Al-Baqarah ayat 45]

6. KITA BERTANYA: APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?

AL QUR’AN MENJAWAB:
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.
[Surah At-Taubat ayat 111]

7. KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

AL QUR’AN MENJAWAB:
“Cukuplah Allah bagiku,tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.”
[Surah At-Taubat ayat 129]

8. KITA BERKATA: AKU TAK TAHAN!!!!!!

Al QUR’AN MENJAWAB:
“……dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”
[Surah Yusuf ayat 12]

9. KITA BERTANYA : MENGAPA HATI INI TIDAK TENANG ?

AL QUR’AN MENJAWAB:
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
[Ar Ra’ad ayat 28]

Bismillah..
“para ibu, hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi makanan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf.seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya. dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan kedunya dan permusyawaratan,maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaraan menurut yang patut. bertakwalah kepada ALLAH dan ketahuilah bahwa ALLAH maha melihat apa yang kamu kerjakan.”
(Qs Al-baqoroh: 233)

Do’a-do’a untuk memperoleh anak sholeh…. ^^
“(lut berdo’a), “ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (Qs: 26:169)
“di sanalah zakaria berdo’a kepada tuhannya. dia berkata, “ya tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisiMU, sesungguhnya Engkau maha mendengar do’a” (Qs 3:38)
“ya tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh” (Qs 37:100)
“Ya tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku org yg tetap menjalankan sholat, ya tuhan kami, perekenankanlah do’aku” (Qs ibrahim: 40)

Bismillahirromanirrohim
Assalmu’alikum warohmatullahi wabarokatuh
BUAT SAHABAT IRMAJ

Tahukah kawan?, diriku menitikkan air mata saat membaca surat yang kalian tulis untukku,bagiku itu adalah surat-surat yang luar biasa (meskipun ada beberapa tulisan tangan yang sulit untuk dibaca, tapi put tau kalian menulis surat itu dengan susah payah), akan put simpan surat dari kalian ditempat yang sama pentingnya dengan ijazah dan arsip berharga lainnya . put menangis bukan karena sedih, melainkan menangis bahagia karena setelah membaca surat tersebut, “Subhanallah” ternyata begitu besar rasa perhatian yang dicurahkan, begitu besar rasa kasih dan cinta sebagai seorang teman. Begitu banyak perhatian yang diberikan, baik itu secara materi maupun hanya sekedar menanyakan kondisi lewat sms.

Surat-surat tersebut merupakan sebuah tanda begitu besarnya ukhuwah yang terbina dalam satu ikatan yang laksana keluarga. Hati kita sudah dipersatukan oleh Allah. “dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana “ (QS 8 :63)

Sungguh tak dapat kumenahan rasa haru ini, mudah – mudahan tetesan air mata kebahagiaan ini tak akan pernah sirna, pelajaran yang begitu berharga dari sebuah ukhuwah,

Semoga ALLAH senantiasa mempertemukan kita kembali..
Jika tidak di dunia ini..
Maka di SyurgaNYA kelak…
Ammiinnn… ^^

Yang selalu mengingat kalian

Puput Rizkiyah..^^